KARAWANG, Karawangchannel.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Tangkolak, Kecamatan Cilamaya Wetan, Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai unsur.
Kepala DLH Kabupaten Karawang, Asep Suryana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
“Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan pesisir,” kata Asep.
Ia menjelaskan, aksi bersih pantai ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait penguatan penanganan sampah nasional sekaligus mendukung gerakan gaya hidup sadar sampah.
“Ini juga bagian dari tindak lanjut arahan Presiden agar penanganan sampah dilakukan secara serius dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya Polres Karawang, Kodim 0604 Karawang, Kejaksaan Negeri Karawang, Pengadilan Negeri Karawang, Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, perangkat daerah, para camat, serta masyarakat Desa Sukakerta.
Dalam kegiatan itu para peserta melakukan pembersihan sampah di sepanjang pesisir Pantai Tangkolak, kemudian mengumpulkan dan mengangkutnya menuju Tempat Pengolahan Sampah (TPS) UPTD Lingkungan Hidup Wilayah III.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sejumlah sarana operasional seperti motor cator, kendaraan operasional, dump truck, serta ratusan kantong sampah.
Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sampah pesisir sebanyak sekitar 12 meter kubik atau setara 2,4 ton sampah campuran.
“Total sampah yang berhasil dikumpulkan sekitar 12 meter kubik atau sekitar 2,4 ton. Ini secara langsung membantu mengurangi timbunan sampah di kawasan pantai,” kata Asep.
Selain dikenal sebagai kawasan pesisir, Pantai Tangkolak juga merupakan area pengembangan mangrove yang telah dilakukan sejak 2012. Program tersebut terus mendapat dukungan dari berbagai perusahaan melalui kegiatan penanaman mangrove.
Saat ini kawasan mangrove yang berkembang di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 40 hektare dan menjadi salah satu destinasi wisata mangrove yang turut mendukung ekosistem pesisir sekaligus perekonomian masyarakat.
Asep berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan agar ekosistem pesisir tetap terjaga dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat,” ujarnya.
