![]() |
| Kepala Disdikbud Karawang Wawan Setiawan Natakusumah (Kiri), Nadya Farhana Putri (Tengah), Kepala SMPN 2 Karawang Timur Devi Sri Nurani Pujiati (Kanan). Foto: Istimewa |
KARAWANG, Karawangchannel.com – Ketika banyak siswa menghabiskan akhir pekan untuk bermain atau beristirahat, Nadya Farhana Putri justru memilih berkutat dengan ratusan soal latihan. Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Siswi kelas 9 SMP Negeri 2 Karawang Timur tersebut berhasil meraih nilai sempurna 100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Di balik capaian tersebut, tersimpan perjuangan panjang yang telah ia jalani sejak awal duduk di bangku kelas IX. Selama hampir satu tahun, Nadya konsisten mengasah kemampuan akademiknya dengan latihan soal dan memperdalam materi yang belum dipahami.
"Persiapannya kurang lebih setahun dari awal kelas 9. Setiap minggu latihan soal dan belajar materi yang belum dipahami. Kalau yang sudah paham tidak terlalu lama belajarnya," kata Nadya saat diwawancarai, Rabu (10/6/2026).
Tak tanggung-tanggung, dalam sekali latihan ia bisa mengerjakan hingga 300 soal. Meski tidak dilakukan setiap hari, intensitas belajarnya cukup tinggi dengan rata-rata waktu belajar antara empat hingga enam jam per hari.
Untuk menjaga konsistensi belajar tanpa mengalami kelelahan berlebih, Nadya menerapkan teknik Pomodoro, yakni belajar selama 30 menit kemudian beristirahat 10 menit sebelum melanjutkan sesi berikutnya.
"Aku pakai teknik Pomodoro supaya nggak burnout. Belajar 30 menit, istirahat 10 menit, terus diulang lagi," ujar Nadya.
Perjalanan menuju nilai sempurna tidak selalu mudah. Nadya mengaku sempat mengalami masa-masa sulit, terutama saat mempelajari mata pelajaran Matematika yang menurutnya cukup menantang.
"Ada saat-saat capek dan sempat pengen nyerah, terutama waktu belajar matematika. Kalau sudah terlalu lelah biasanya istirahat dulu," ungkapnya.
Namun, keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri menjadi motivasi terbesar yang membuatnya tetap bertahan.
"Aku pengen masuk sekolah negeri, nggak mau ngerepotin orang tua. Jadi harus terus berusaha," katanya.
Selain belajar mandiri di rumah, Nadya juga mengikuti dua program bimbingan belajar di luar sekolah. Bahkan pada hari Sabtu ia harus menjalani kegiatan belajar dari pagi hingga sore hari.
Menariknya, Nadya justru menyambut positif pelaksanaan TKA yang untuk pertama kalinya diterapkan pada angkatannya.
Menurut dia, TKA mampu menjadi ukuran kemampuan siswa yang lebih objektif dibanding hanya mengandalkan nilai rapor.
"Aku senang ada TKA karena bisa membuktikan kemampuan. Nilai rapor kan kadang berbeda-beda tergantung sekolah, jadi TKA lebih objektif," tuturnya.
Berkat nilai sempurna nya, Nadya berhasil mendapat apresiasi piagam penghargaan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karawang. Kini, Nadya tengah berjuang melanjutkan pendidikan di sekolah impian nya yakni SMA Negeri 1 Karawang.
Ia juga telah memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Program Studi Farmasi dan bercita-cita menjadi apoteker.
"Aku suka kimia, jadi ingin kuliah Farmasi dan jadi apoteker," katanya.
Di akhir wawancara, Nadya berpesan kepada para adik kelas yang akan menghadapi TKA agar rajin belajar dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
"Harus rajin belajar karena nilai TKA benar-benar berasal dari kemampuan kita sendiri. Jadi jangan malas belajar," tutupnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Karawang Timur, Devi Sri Nurani Pujiati mengaku bangga atas capaian yang diraih Nadya. Menurutnya, hasil TKA tahun ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi sekolah untuk meningkatkan strategi pembelajaran ke depan.
Ia mengatakan sekolah akan memperkuat latihan soal TKA sejak siswa memasuki kelas IX, khususnya pada mata pelajaran yang diujikan. Selain siswa, guru dan orang tua juga akan dilibatkan agar persiapan menghadapi TKA lebih maksimal.
"Ke depan kami akan lebih intens memberikan latihan soal. Orang tua juga akan dilibatkan sejak awal agar siswa lebih siap menghadapi TKA karena hasilnya sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pendidikan mereka," ujar Devi. (Red)
