• Jelajahi

    Copyright © Karawang Channel
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    Kekurangan Warga Belajar, Sembilan PKBM di Karawang Berhenti Beroperasi

    Senin, 13 Juli 2026



    KARAWANG, Karawangchannel.com – Sebanyak sembilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Karawang berstatus nonaktif akibat kekurangan warga belajar. Akibatnya, jumlah PKBM yang aktif kini menyusut dari 64 menjadi 55 lembaga.


    Kepala Seksi Pendidikan Kesetaraan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang, Hery Herdiana, mengatakan PKBM yang tidak lagi beroperasi bukan ditutup oleh pemerintah, melainkan berhenti menjalankan kegiatan karena tidak memiliki peserta didik.


    “Dulu ada 64 PKBM, sekarang yang aktif tinggal 55. Sembilan PKBM menjadi nonaktif karena jumlah siswanya terus menurun hingga akhirnya tidak ada lagi warga belajar,” kata Hery, Senin, (13/7/2026).


    Menurutnya, keberadaan PKBM di setiap kecamatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Setiap kecamatan minimal memiliki satu PKBM, sedangkan wilayah dengan jumlah warga belajar lebih banyak dapat memiliki dua hingga tiga lembaga.


    Hery menjelaskan, idealnya satu PKBM melayani tiga hingga empat desa agar penyelenggaraan pendidikan kesetaraan berjalan efektif dan mudah dijangkau masyarakat.


    Meski jumlah PKBM aktif berkurang, Disdikbud memastikan layanan pendidikan kesetaraan tetap tersedia. PKBM yang masih beroperasi tetap membuka program Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.


    Selain itu, sistem pembelajaran juga dibuat fleksibel melalui kelas reguler, kelas karyawan, pembelajaran daring, hingga penugasan sehingga dapat diikuti masyarakat yang sudah bekerja.


    Hery menilai menurunnya jumlah peserta didik menjadi tantangan bagi keberlangsungan PKBM. Karena itu, ia berharap masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal memanfaatkan program pendidikan kesetaraan yang masih tersedia.


    “Kami berharap masyarakat tidak ragu melanjutkan pendidikan melalui PKBM. Semakin banyak warga belajar yang mendaftar, semakin besar peluang PKBM tetap bertahan dan semakin kecil angka putus sekolah di Karawang,” pungkasnya. (SC/Mg)

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Berita Update