• Jelajahi

    Copyright © Karawang Channel
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    Kekeringan Mulai Meluas di Karawang, 12.155 Warga di 9 Desa Krisis Air Bersih

    Rabu, 29 Juli 2026

    Kekeringan Mulai Meluas di Karawang, 12.155 Warga di 9 Desa Krisis Air Bersih. Foto: Ilustrasi



    KARAWANG, Karawangchannel.com – Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 12.155 warga yang berasal dari 4.044 kepala keluarga (KK) di sembilan desa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.


    Sebagai langkah penanganan, BPBD telah mendistribusikan 237.000 liter air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing lokasi.


    Kepala BPBD Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, mengatakan daerah yang terdampak kekeringan tersebar di empat kecamatan, yakni Tegalwaru, Ciampel, Pangkalan, dan Telukjambe Barat.


    "Kami terus melakukan distribusi air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air. Penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak," kata Usep, Selasa (28/7/2026).


    Di Kecamatan Tegalwaru, kekeringan melanda Desa Kutalanggeng dan Cintalanggeng. Sebanyak 3.876 jiwa atau 1.386 KK terdampak, sementara BPBD telah menyalurkan sekitar 130.000 liter air bersih.


    Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Ciampel. Tiga desa, yaitu Parungmulya, Mulyasejati, dan Kutanegara, mengalami krisis air yang berdampak pada 4.961 jiwa atau 1.585 KK. Hingga kini, sebanyak 52.000 liter air bersih telah disalurkan ke wilayah tersebut.


    Sementara itu, di Kecamatan Pangkalan, Desa Kertasari, Mulangsari, dan Jatilaksana mengalami kekeringan dengan total 1.728 warga dari 656 KK terdampak. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD telah mengirimkan 39.000 liter air bersih.


    Adapun di Kecamatan Telukjambe Barat, Desa Wanakerta menjadi satu-satunya wilayah yang terdampak. Sebanyak 1.590 jiwa atau 417 KK mengalami krisis air bersih dan telah menerima bantuan sebanyak 16.000 liter.


    Usep memastikan BPBD akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan selama musim kemarau berlangsung. Menurutnya, distribusi air bersih akan terus dilakukan apabila kebutuhan masyarakat meningkat atau jumlah wilayah terdampak bertambah.


    "Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Jika ada penambahan wilayah terdampak atau kebutuhan air bersih meningkat, BPBD siap menyalurkan bantuan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau," tegasnya. (Red)

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Berita Update