![]() |
| Optimalisasi Serapan Tenaga Kerja Lokal, Disnaker Karawang Dorong BKK Perkuat Link and Match dengan Industri. Foto : Istimewa |
KARAWANG, Karawangchannel.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang terus mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal dengan mendorong Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK dan perguruan tinggi agar lebih aktif membangun kemitraan dengan dunia industri.
Melalui pola link and match, lulusan diharapkan dapat langsung terserap ke perusahaan sesuai kebutuhan dunia kerja tanpa harus bergantung sepenuhnya pada layanan penempatan tenaga kerja dari Disnaker.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi, mengatakan penempatan tenaga kerja bukan hanya menjadi tugas Disnaker, tetapi juga merupakan fungsi BKK yang dimiliki sekolah maupun perguruan tinggi.
“BKK seharusnya menjalin kerja sama melalui link and match dengan perusahaan. Jadi setelah lulus, alumninya bisa langsung disalurkan sesuai kebutuhan industri,” ujar Rosmalia saat diwawancarai, Rabu (15/7/2026).
Menurut Rosmalia, setiap BKK memiliki kewenangan menyalurkan tenaga kerja, namun hanya bagi alumninya masing-masing. Karena itu, lulusan diharapkan dapat memanfaatkan keberadaan BKK sebagai jembatan menuju dunia kerja.
Berdasarkan data Disnakertrans Karawang, saat ini terdapat 24 BKK yang terdaftar dalam sistem e-BKK, terdiri dari 23 BKK di tingkat SMA/SMK dan satu BKK di perguruan tinggi. Apabila seluruh BKK berfungsi secara optimal, peluang kerja bagi lulusan akan semakin terbuka.
Selain memperkuat peran BKK, Disnakertrans juga terus mendorong perusahaan untuk membuka lowongan kerja melalui platform Info Loker yang diperuntukkan bagi pencari kerja ber-KTP Karawang. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Rosmalia mengungkapkan, saat ini penyerapan tenaga kerja asal Karawang telah mencapai lebih dari 70 persen. Meski demikian, sinergi antara dunia pendidikan dan industri masih perlu terus diperkuat agar kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Kalau BKK aktif membangun kerja sama dengan perusahaan, peluang lulusan untuk langsung bekerja akan semakin besar. Ini menjadi salah satu upaya kami untuk mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Karawang,” katanya.
Ia berharap seluruh BKK di Karawang semakin proaktif menjalin kemitraan dengan dunia usaha sehingga lulusan memiliki akses kerja yang lebih luas dan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dipenuhi oleh putra-putri daerah.
“Kami ingin lulusan sekolah dan perguruan tinggi di Karawang menjadi pilihan utama bagi perusahaan. Dengan kolaborasi yang kuat antara BKK, dunia pendidikan, dan industri, penyerapan tenaga kerja lokal akan semakin optimal,” pungkas Rosmalia. (Amanda Dilah Hawani)
