• Jelajahi

    Copyright © Karawang Channel
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    14 Tahun KCP Mall Karawang: Dedikasi, Cinta dan Harapan

    Kamis, 23 Juli 2026



    KARAWANG, Karawangchannel.com – Empat belas tahun lalu, ketika Karawang belum dipenuhi pusat perbelanjaan modern seperti saat ini, KCP Mall hadir sebagai destinasi utama masyarakat. Berdiri di jantung kawasan Galuh Mas yang terus berkembang menjadi kawasan komersial, hunian, pendidikan, hingga pusat aktivitas warga, KCP pernah menjadi satu-satunya mal besar yang menjadi kebanggaan Karawang.


    Di balik perjalanan panjang itu, ada sosok Fandy Aditya, Markom Manajer KCP Mall Karawang, yang dipercaya memimpin sejak 2013. Lebih dari satu dekade, ia mengawal transformasi KCP melewati berbagai fase, mulai dari masa kejayaan, persaingan bisnis yang semakin ketat, hingga bertahan menghadapi badai pandemi COVID-19.


    Fandy mengisahkan, sebelum fokus mengelola KCP Mall, dirinya lebih dulu terlibat dalam pengembangan kawasan perumahan Galuh Mas. Seiring waktu, tanggung jawabnya bergeser mengawal operasional mal yang terus tumbuh bersama perkembangan Karawang.


    “Awalnya saya menangani kawasan perumahan, lalu membantu pengelolaan mal sampai akhirnya dipercaya memimpin KCP seperti sekarang,” ujarnya.


    Kala itu, KCP menjadi primadona. Hampir setiap akhir pekan masyarakat menjadikan mal tersebut sebagai tempat berbelanja, bersantai, hingga berkumpul bersama keluarga.


    Namun waktu terus berjalan. Berbagai pusat perbelanjaan modern mulai bermunculan di Karawang. Persaingan pun tak terelakkan.


    “Kami pernah berada di posisi sebagai satu-satunya mal besar di Karawang. Sekarang banyak teman-teman ritel lain hadir. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Persaingan itu justru membuat kami terus belajar dan berbenah,” katanya.


    Bertahan di Tengah Badai Pandemi


    Jika persaingan menjadi tantangan, maka pandemi COVID-19 adalah ujian terbesar yang pernah dihadapi industri ritel.


    Bagi sebuah mal yang hidup dari aktivitas masyarakat, pembatasan sosial pada 2020 hingga 2023 menjadi masa yang sangat berat.


    “Menurut saya bukan hanya KCP yang terdampak. Semua pusat perbelanjaan merasakan hal yang sama. Mal adalah tempat orang berkumpul. Ketika ada pembatasan, tentu operasional menjadi sangat sulit,” ungkap Fandy.


    Meski demikian, ia memilih melihat pandemi sebagai momentum untuk berubah.


    KCP mulai melakukan improvisasi, beradaptasi dengan pola belanja masyarakat, hingga menyusun strategi baru agar tetap mampu bertahan. Proses menuju kondisi normal tidak berlangsung singkat.


    “Butuh waktu panjang dan usaha lebih besar untuk bisa kembali bangkit,” ujarnya.


    Menemukan Peluang Baru


    Perubahan perilaku masyarakat pascapandemi turut mengubah strategi bisnis KCP Mall.


    Jika sebelumnya menyasar seluruh lapisan masyarakat, kini KCP lebih memfokuskan diri pada segmen menengah, yakni kelompok B dan C, yang dinilai memiliki potensi besar di Karawang.


    “Kalau dulu segmen A sekitar 30 persen. Sekarang kami lebih dominan melayani segmen B dan C. Ternyata itu bukan menjadi hambatan, justru menjadi peluang baru bagi kami,” katanya.


    Strategi tersebut dibarengi dengan pembenahan menyeluruh.


    Selama dua tahun terakhir, KCP melakukan perombakan manajemen, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki fasilitas, serta mempercantik bangunan agar mampu memberikan pengalaman baru bagi setiap pengunjung.


    “Kami ingin pengunjung datang bukan sekadar berbelanja, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang lebih baik. Karena sekarang masyarakat mencari kenyamanan dan pengalaman saat datang ke sebuah mal,” jelasnya.


    Selain melengkapi tenant yang sudah ada, KCP juga menjalin kolaborasi dengan berbagai merek nasional sebagai bagian dari transformasi yang akan dilakukan secara bertahap hingga 2028.


    “Banyak kejutan yang sedang kami siapkan. Semua dilakukan bertahap agar KCP tetap relevan dan menjadi pilihan masyarakat,” katanya.


    Menjaga Keseimbangan


    Di balik padatnya aktivitas sebagai manajer pusat perbelanjaan, Fandy juga menjalankan perannya sebagai suami dan ayah.


    Ia mengakui, membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga bukan perkara mudah.


    “Kadang saya harus meninggalkan keluarga demi pekerjaan. Tapi di sisi lain keluarga juga sangat penting,” tuturnya.


    Ada satu momen yang paling sulit baginya, yakni ketika putri tercintanya, Aurora, sedang sakit sementara tanggung jawab pekerjaan tetap harus dijalankan.


    “Itu benar-benar harus seimbang. Di satu sisi kita harus profesional bekerja, tapi di sisi lain kita juga ingin menemani anak,” ujarnya.


    Di tengah kesibukan itu, kopi menjadi teman setia.


    “Kalau sedang banyak pekerjaan, saya bisa minum dua sampai tiga gelas kopi sehari,” katanya sambil tersenyum.


    Menuju Masa Depan


    Memasuki usia ke-14, Fandy mengibaratkan KCP seperti seorang remaja yang sedang bertumbuh.


    Masih banyak ruang untuk memperbaiki diri, namun juga memiliki semangat besar untuk berkembang.


    Karena itu, peningkatan kualitas SDM, fasilitas, kelengkapan tenant, serta pelayanan kepada pengunjung menjadi fokus utama dalam beberapa tahun ke depan.


    Di sisi lain, keberadaan KCP juga diharapkan terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Karawang, termasuk melalui aktivitas usaha yang berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


    Menutup perbincangan, Fandy menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Karawang yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang KCP Mall.


    “Terima kasih kepada masyarakat Karawang. KCP tidak mungkin bisa bertahan sampai hari ini tanpa dukungan mereka. Kritik, saran, dan apresiasi akan terus menjadi penyemangat kami untuk berbenah.”


    Harapannya sederhana, namun sarat makna. Di usia ke-14 ini, KCP Mall Karawang ingin terus menjadi rumah bagi masyarakat, menghadirkan pengalaman terbaik, dan tetap menjadi destinasi pilihan utama, tidak hanya di Karawang, tetapi juga di wilayah sekitarnya.

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Berita Update