KARAWANG, Karawangchannel.com – Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Karawang diwarnai kegiatan kreatif dan bernuansa lokal. Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Karawang menggelar lomba peragaan busana berbahan dedaunan serta lomba memasak olahan turubuk di Gedung GOW, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan ini diikuti 45 organisasi wanita. Sebanyak 15 peserta tampil dalam lomba busana alam, sementara peserta lainnya berkompetisi mengolah turubuk menjadi berbagai hidangan kreatif.
Ketua GOW Kabupaten Karawang, Hodijah Sunjana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program pembinaan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk pelatihan pembuatan busana dari bahan alami.
“Kegiatan ini bukan hanya lomba, tapi juga bagian dari pembinaan. Peserta sudah kami latih sebelumnya, termasuk teknik desain busana dari bahan alami agar bisa menjadi inovasi di masing-masing organisasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, turubuk sebagai bahan pangan khas Karawang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kuliner unggulan daerah.
“Turubuk ini bahan pangan yang cukup langka, tetapi punya nilai tinggi. Kami ingin mendorong agar bisa diolah lebih variatif dan menjadi ciri khas kuliner Karawang,” katanya.
Selain lomba, kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Ecadin dan akan berlanjut dalam rangka peringatan Hari Bumi bersama PKK. GOW juga tengah menjalankan program pengumpulan minyak jelantah yang melibatkan 30 kecamatan.
“Program jelantah ini juga bagian dari kepedulian lingkungan. Kami ingin organisasi wanita ikut berperan dalam menjaga lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi,” tambah Hodijah.
Penjurian lomba melibatkan Dinas Kesehatan dan pihak hotel guna memastikan objektivitas hasil. Para pemenang akan menerima piala Bupati yang dijadwalkan diserahkan pada hari berikutnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparpora Karawang, Lusi Asela, menilai kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
“Kegiatan seperti ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata tematik. Selain melestarikan budaya, juga bisa menarik wisatawan dan mendorong ekonomi kreatif masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya siap mendukung pengembangan potensi lokal melalui promosi dan event berbasis komunitas.
“Ke depan, kegiatan seperti ini bisa dikemas lebih besar dan masuk dalam kalender event daerah,” pungkasnya.
