![]() |
| SMPN 8 Karawang Barat sukses melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama. Foto: Istimewa |
KARAWANG, Karawangchannel.com – SMPN 8 Karawang Barat sukses melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama. Sekolah memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar, sekaligus menegaskan bahwa TKA kini menjadi salah satu faktor penting dalam seleksi masuk SMA/SMK melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Kepala SMPN 8 Karawang Barat, Mamay Abdullah mengungkapkan, pada gelombang pertama ini sebanyak 120 siswa telah mengikuti ujian yang dibagi dalam tiga sesi, masing-masing berisi 40 peserta. Sementara gelombang kedua dijadwalkan berlangsung keesokan harinya dengan peserta lanjutan.
“Gelombang pertama sudah selesai, total 120 siswa. Lalu dilanjutkan gelombang kedua dari nomor peserta 121 sampai 205,” ujar Mamay, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA sempat diwarnai kekhawatiran terkait kesiapan perangkat, khususnya Chromebook. Namun, seluruh kendala teknis dapat diatasi.
“Alhamdulillah saat gladi bersih kemarin perangkat bisa digunakan dengan baik, jadi pelaksanaan hari ini berjalan lancar,” katanya.
Mamay menegaskan bahwa TKA kini menjadi syarat wajib bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang sekolah negeri, serta berpengaruh pada penilaian akhir dalam SPMB.
“TKA ini menjadi salah satu persyaratan untuk masuk ke sekolah negeri. Hasilnya nanti akan menjadi dasar penilaian, bisa dalam bentuk ranking atau grade sesuai kuota sekolah tujuan,” jelasnya.
Menurutnya, meski belum ada ketentuan baku terkait persentase bobot nilai, hasil TKA akan sangat menentukan posisi siswa dalam persaingan masuk SMA favorit.
Sebagai bentuk persiapan, pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesiapan siswa, mulai dari pelaksanaan tryout hingga penyediaan materi pembelajaran tambahan.
“Kami sudah berikan tryout agar anak-anak tahu posisi mereka. Dari hasil kemarin, rata-rata masih di peringkat 2000-an dari sekitar 8.000 peserta di Karawang,” ungkapnya.
Selain itu, sekolah juga menyediakan berbagai referensi belajar, seperti buku TKA yang bisa dipinjam siswa hingga materi pembahasan soal melalui tautan YouTube.
“Kami juga bagikan link pembelajaran lengkap dengan pembahasannya. Jadi anak-anak bisa belajar mandiri,” tambahnya.
Namun, tidak semua siswa dapat mengikuti TKA pada gelombang pertama. Tercatat ada tiga siswa yang absen karena sakit, termasuk satu siswa yang harus menjalani perawatan di luar daerah.
“Ada yang sakit, bahkan ada yang sedang di luar kota karena kondisi kesehatan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, TKA terdiri dari sekitar 30 soal dengan variasi bentuk, mulai dari pilihan ganda, benar-salah, hingga soal dengan lebih dari satu jawaban benar.
Selain itu, siswa juga akan mengikuti survei karakter dan survei lingkungan belajar sebagai bagian dari rangkaian asesmen pendidikan.
“Sekarang ini asesmen sudah dipadukan, ada TKA, survei karakter, dan survei lingkungan belajar,” pungkasnya. (Red)
