KARAWANG, Karawangchannel.com – SMPN 1 Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menggelar Gebyar Kokurikuler bertajuk “Ekspresi Gagasan Melalui Teks, Gambar dan Media Digital Sekolah” di halaman sekolah pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik untuk menampilkan hasil karya, gagasan, dan kreativitas yang dikembangkan melalui proses pembelajaran berbasis kurikulum. Berbagai karya dipamerkan dalam kegiatan itu, mulai dari poster edukatif, karya literasi, media digital sekolah, hingga penampilan kreatif siswa.
Kepala SMPN 1 Rengasdengklok, Asma mengungkapkan, Gebyar Kokurikuler merupakan bagian dari implementasi pembelajaran yang bertujuan menguatkan pemahaman teoritis siswa melalui praktik dan karya nyata.
“Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan ini juga mendorong penguatan karakter peserta didik agar lebih kreatif, mandiri, dan percaya diri dalam menyampaikan ide di ruang publik," ujar Asma, Kamis (14/5/2026).
Asma mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya sekolah dalam memberikan ruang ekspresi sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
“Melalui Gebyar Kokurikuler ini, kami ingin memberikan wadah kepada peserta didik untuk tumbuh, berani tampil, dan mampu mengekspresikan gagasan mereka melalui berbagai media, baik teks, gambar, maupun media digital,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan budaya literasi menjadi salah satu fokus utama sekolah dalam membentuk kemampuan komunikasi dan kreativitas siswa sejak dini.
“Kami ingin menumbuhkan minat baca dan budaya literasi sekolah, sekaligus meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berbicara peserta didik di depan khalayak. Harapannya, siswa dapat terus mengembangkan kreativitasnya, khususnya dalam bidang literasi,” lanjutnya.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para siswa, guru, dan tenaga pendidik. Selain menjadi ajang unjuk karya, Gebyar Kokurikuler juga diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang lebih aktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan media digital di lingkungan sekolah.
“Semoga kegiatan ini dapat terus memotivasi peserta didik untuk berkarya, percaya diri, serta menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya belajar di sekolah,” tutup Asma. (Glr)
