KARAWANG, Karawangchannel.com — Puluhan warga bersama aparatur desa dan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bergotong royong membersihkan ceceran minyak mentah yang mengotori pesisir Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Karawang.
Pembersihan dilakukan setelah ceceran minyak ditemukan di sejumlah wilayah pesisir, termasuk Tanjungpakis, Desa Sedari dan Cemarajaya.
Ketua Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP), Abdul Syafii, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
“Kami mewakili masyarakat pesisir dan nelayan terdampak bekerja sama dengan perusahaan, forum pemberdayaan pesisir, serta pemerintah untuk melakukan pembersihan limbah,” kata Abdul.
Menurutnya, pembersihan dilakukan secepatnya karena ceceran minyak telah mengganggu aktivitas nelayan.
“Kami tidak berpikir dari mana limbah itu karena pembersihan harus secepatnya dilakukan. Alhamdulillah perusahaan men-support,” ujarnya.
Ceceran minyak berwarna pekat juga menempel pada sejumlah alat tangkap nelayan, terutama jaring.
“Kondisi ini tentu merugikan nelayan karena minyak yang menempel di jaring sulit dibersihkan dan bisa memperpendek usia pakai alat tangkap,” kata Abdul.
Dalam proses pembersihan, petugas dan warga menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker dan sarung tangan. DLH Karawang turut mengerahkan personel untuk membantu proses pembersihan.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Karawang, Luki Mantera, mengatakan sebanyak 32 personel gabungan diterjunkan.
“Kami mengerahkan 32 personel gabungan, yang di dalamnya termasuk warga sekitar yang sukarela membantu,” ujar Luki.
Dia memperkirakan proses pembersihan membutuhkan waktu sekitar dua hari. Limbah minyak yang terkumpul untuk sementara ditampung di area Kantor Desa Cemarajaya sebelum diangkut oleh pihak ketiga yang memiliki kompetensi.
“Untuk sementara limbah yang terkumpul ditampung di area Kantor Desa Cemarajaya. Setelah itu akan diangkut oleh pihak ketiga yang memiliki kompetensi,” katanya.
Sumber Ceceran Minyak Masih Ditelusuri
Di sisi lain, Pemkab Karawang masih menelusuri sumber ceceran minyak tersebut. Sampel limbah telah diserahkan untuk pemeriksaan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dan Sucofindo.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui karakteristik limbah dan memastikan sumber ceceran minyak.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh sebelumnya meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan asal limbah sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
“Uji laboratorium ini ditargetkan rampung dalam 4 hingga 5 hari ke depan, jadi semua pihak diharapkan tidak berspekulasi terlebih dahulu,” kata Aep, Rabu (26/8/2026).
Sementara itu, PHE ONWJ turut memfasilitasi kegiatan pembersihan pesisir Cemarajaya. Manager Communication Relations & CID Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, mengatakan dukungan diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menindaklanjuti permintaan pemerintah.
“Dukungan penuh terhadap pembersihan ini diberikan PHE ONWJ, meskipun serangkaian pengujian komprehensif dan pengecekan operasi menunjukkan bahwa ceceran minyak tersebut tidak berasal dari fasilitas produksi perusahaan,” ujar Pinto.
Menurut Pinto, PHE ONWJ telah melakukan pemodelan lintasan tumpahan serta penyisiran laut dan udara selama tiga hari untuk mencari kemungkinan sumber ceceran minyak.
“Hasil pemodelan lintasan tumpahan, serta penyisiran laut dan udara secara intensif selama tiga hari berturut-turut, mengonfirmasi tidak ada anomali produksi maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi PHE ONWJ,” katanya.
PHE ONWJ bersama DLH Karawang juga mengambil sampel ceceran minyak untuk pemeriksaan lebih lanjut di Puslabfor Polri.
PHE ONWJ menyebut hasil pemeriksaan terhadap sampel tumpahan minyak yang ditemukan sebelumnya di perairan Ciparagejaya pada akhir Juli 2026 tidak menunjukkan kesamaan dengan karakteristik minyak dari fasilitas perusahaan.
Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel ceceran minyak di Cemarajaya masih menjadi bagian dari proses untuk memastikan sumber limbah tersebut. (Red)
