• Jelajahi

    Copyright © Karawang Channel
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    DPRD Karawang Bentuk Tim Investigasi Independen Usut Gelembung Hitam di Pesisir

    Senin, 31 Agustus 2026



    KARAWANG, Karawangchannel.com – DPRD Kabupaten Karawang melalui Komisi III mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut temuan gelembung berwarna hitam di wilayah pesisir Karawang.


    Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Karawang bersama PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), Selasa (1/9/2026).


    Ketua Komisi III DPRD Karawang, Deddy Indrasetiawan, mengatakan rapat belum menghasilkan kesimpulan terkait sumber maupun penyebab munculnya material berwarna hitam tersebut.


    Menurutnya, kepastian mengenai sumber material masih harus menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium.


    “Belum ada kesimpulan itu penyebabnya dari mana. Karena PHE sendiri bingung, karena secara di mereka produksi, tekanannya semua nggak ada indikator segala macam,” kata Deddy.


    Untuk memastikan sumbernya, DPRD Karawang mendorong pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk nelayan.


    “Harus dibikin tim investigasi independen. Nanti Dinas LH yang mengepalai dan perwakilan dari para nelayan,” ujarnya.


    Deddy menyebut organisasi nelayan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), serta forum nelayan lainnya dapat dilibatkan dalam proses investigasi.


    Selain nelayan, DPRD juga membuka ruang bagi akademisi maupun ahli untuk ikut membantu apabila diperlukan.


    “Kalau memang dibutuhkan akademisi atau ahli, ya silakan. Kami tidak membatasi,” kata Deddy.


    Ia menjelaskan, investigasi diperlukan untuk mengetahui secara ilmiah sumber material sekaligus dampak yang ditimbulkan terhadap wilayah pesisir dan aktivitas nelayan.


    “Tujuan untuk melihat ini sebenarnya kejadian dampak dari mana. Karena dari PHE bilang bukan mereka. Tapi harus uji lab segala macam,” jelasnya.


    Deddy juga meminta PHE ONWJ bersama nelayan melakukan pengecekan ulang terhadap sejumlah titik yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian serupa sebelumnya.


    Menurutnya, kejadian pada 2019 perlu menjadi perhatian untuk memastikan material yang muncul saat ini tidak berasal dari titik yang sama.


    “Yang kejadian titik kejadian 2019 takutnya dari situ lagi. Kecil tapi belum besar. Kalau itu besar. Nanti kami tadi minta dicek ulang bersama-sama,” ujarnya.


    Sementara itu, sampel material yang telah dikumpulkan hingga kini belum diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri. Sampel tersebut terlebih dahulu dikirimkan ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjalani pemeriksaan.


    “Belum diuji ke Puslabfor. Baru dikirim ke Kementerian Lingkungan Hidup dulu,” kata Deddy.


    Deddy mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan hasil uji laboratorium akan keluar. Namun, hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar penting untuk mengungkap sumber material yang ditemukan di pesisir Karawang.


    “Ya itu pasti jadi bukti. Karena hasil lab kan, lab yang paling lengkap kan Puslabfor Polri,” pungkasnya.

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Berita Update

    Lingkungan

    +