![]() |
| Perpusda Karawang. Foto : Sarah Claudia Gustap |
KARAWANG, Karawangchannel.com – Rehabilitasi ruang layanan Perpustakaan Umum Daerah Karawang pada 2024 membawa dampak positif terhadap meningkatnya jumlah pengunjung. Dengan wajah baru yang lebih nyaman dan modern, minat masyarakat untuk datang membaca maupun meminjam buku pun terus meningkat.
Pengecatan ruangan, penataan ulang ruang baca, hingga penambahan fasilitas seperti meja dan kursi baca, rak buku, komputer, pendingin ruangan (AC), serta karpet membuat suasana perpustakaan menjadi lebih nyaman bagi pengunjung.
Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karawang, Ghozi Robbani, mengatakan perubahan tersebut langsung berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung.
“Setelah ruang layanan direhabilitasi, jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan. Sebelumnya rata-rata belum pernah mencapai 150 orang per hari, sekarang bisa lebih dari 150 pengunjung. Bahkan saat hari yang relatif sepi pun jumlahnya tidak kurang dari 50 orang,” kata Ghozi.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan juga berdampak terhadap aktivitas peminjaman buku.
“Data peminjaman masih kami rekap, tetapi dari aktivitas di ruang baca terlihat jelas masyarakat semakin banyak yang datang untuk membaca dan meminjam buku dibanding sebelum rehabilitasi,” ujarnya.
Ghozi menjelaskan, koleksi buku fiksi, terutama novel, masih menjadi bacaan yang paling banyak diminati. Pengunjung didominasi pelajar SMA, mahasiswa, hingga para orang tua yang meminjamkan buku bacaan untuk anak-anak mereka.
“Novel masih menjadi koleksi favorit. Selain itu, banyak juga orang tua yang datang mencari buku bacaan untuk anak-anaknya,” katanya.
Untuk meminjam buku, masyarakat diwajibkan menjadi anggota perpustakaan. Pendaftaran dapat menggunakan KTP Kabupaten Karawang, sedangkan pelajar dan mahasiswa yang belum memiliki KTP dapat menggunakan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Setiap anggota dapat meminjam maksimal dua buku selama tujuh hari kerja tanpa dipungut biaya.
Selain menghadirkan ruang yang lebih nyaman, Disarpus Karawang juga terus memperbarui koleksi buku sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami menambah koleksi berdasarkan usulan pengunjung, buku yang paling sering dipinjam, dan hasil stock opname. Jadi koleksi yang tersedia selalu kami sesuaikan dengan kebutuhan pembaca,” jelas Ghozi.
Tak hanya itu, Disarpus Karawang juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan buku. Namun, setiap buku yang diterima akan melalui proses seleksi sebelum menjadi koleksi perpustakaan.
Dalam memperluas akses literasi, Disarpus Karawang mengoperasikan layanan perpustakaan keliling sejak 2022. Layanan ini menyasar sekolah-sekolah hingga wilayah yang jauh dari pusat kota agar masyarakat tetap dapat menikmati layanan perpustakaan.
Ke depan, Disarpus Karawang juga tengah menyiapkan pengembangan perpustakaan digital berbasis aplikasi agar masyarakat semakin mudah mengakses koleksi buku secara elektronik.
“Harapan kami, perpustakaan menjadi ruang publik yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan membaca. Kalau masyarakat betah datang ke perpustakaan, budaya literasi di Karawang juga akan terus tumbuh,” pungkas Ghozi. (Sarah Claudia Gustap)
