![]() |
| MIRAVIS Duo Hadir di Karawang, Fungisida Baru untuk Jaga Produktivitas Padi. Foto: Istimewa |
KARAWANG, Karawangchannel.com – Upaya menjaga produktivitas padi di tengah ancaman perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) terus dilakukan di Kabupaten Karawang. Salah satunya melalui peluncuran fungisida MIRAVIS Duo, produk perlindungan tanaman berbasis teknologi ADEPIDYN yang diklaim mampu menjaga kesehatan tanaman sekaligus meningkatkan kualitas hasil panen.
Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Karawang mencatat produksi sekitar 1,19 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025. Namun, sektor pertanian di daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca yang sulit diprediksi, serangan penyakit tanaman hingga berkurangnya luas lahan akibat alih fungsi.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan MIRAVIS Duo dikembangkan untuk membantu petani menjaga produktivitas dan kualitas panen di tengah berbagai tantangan tersebut.
Menurut dia, fungisida tersebut mampu memberikan perlindungan terhadap penyakit tanaman secara konsisten, menjaga daun bendera tetap hijau dan sehat, serta menghasilkan gabah yang lebih berkualitas.
“MIRAVIS Duo hadir untuk membantu petani menjaga produktivitas sekaligus kualitas panen di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini,” ujar Eryanto.
Ia menjelaskan, teknologi ADEPIDYN yang terkandung dalam produk tersebut diklaim mampu memberikan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi, termasuk saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Selain melindungi tanaman dari serangan penyakit, MIRAVIS Duo juga disebut dapat mendukung proses fotosintesis karena kondisi daun yang tetap sehat. Hal itu berpotensi mendorong pertumbuhan tanaman lebih optimal hingga meningkatkan hasil produksi saat panen.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang, Rohman, menilai kehadiran teknologi perlindungan tanaman yang lebih efektif dapat menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan produksi padi di Karawang.
Menurutnya, Karawang saat ini memiliki sekitar 99 ribu hektare lahan pertanian, dengan sekitar 86 ribu hektare di antaranya telah ditetapkan sebagai kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Kehadiran MIRAVIS Duo diharapkan dapat membantu memperkuat kualitas sekaligus kuantitas produksi padi Karawang yang saat ini sedang menunjukkan kondisi cukup baik dari sisi harga maupun hasil panen,” kata Rohman.
Pengalaman positif juga disampaikan sejumlah petani yang telah menggunakan produk tersebut. Salah satunya Haji Lukman, petani asal Karawang, yang mengaku melihat perubahan pada kondisi tanamannya setelah menggunakan MIRAVIS Duo.
“Daun tanaman terlihat lebih hijau, bulir padi lebih bagus, dan hasil panen juga meningkat dibanding sebelumnya,” ujar Lukman.
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, kehadiran teknologi perlindungan tanaman dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga keberlanjutan produksi padi.
Langkah ini sekaligus diharapkan mampu memperkuat posisi Karawang sebagai salah satu sentra produksi beras nasional. (Glr)
