• Jelajahi

    Copyright © Karawang Channel
    Berita aktual tepercaya

    Kanal Video

    Strategi SMKN 1 Karawang Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja

    Senin, 30 Maret 2026

    Strategi SMKN 1 Karawang Siapkan Siswa Hadapi Dunia Kerja. Foto: Istimewa


    KARAWANG, Karawangchannel.com – SMKN 1 Karawang terus memperkuat strategi pembekalan siswa untuk menghadapi dunia kerja. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis, penguatan karakter, hingga sertifikasi berstandar industri.


    Kepala SMKN 1 Karawang, Rosli, mengatakan pembekalan tidak hanya melalui kurikulum formal, tetapi juga program tambahan seperti pelatihan wawancara kerja dan pembuatan surat lamaran dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.


    “Anak-anak dibiasakan menghadapi interview, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Ini penting karena menjadi tahap awal saat mereka masuk ke dunia kerja,” ujar Rosli, Senin (30/3/2026).


    Selain itu, sekolah menerapkan pembiasaan Tes Operasi Matematika (TOSM) sebelum kegiatan belajar dimulai. Program ini bertujuan melatih kecepatan berpikir siswa, terutama dalam menghadapi tes masuk industri.


    “Bukan hanya bisa, tapi harus cepat. Karena di dunia kerja, terutama saat tes, kecepatan berpikir sangat menentukan,” katanya.


    Dalam meningkatkan daya saing, SMKN 1 Karawang juga mulai menerapkan sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) level 3. Sebanyak 12 siswa dari jurusan Teknik Pengelasan telah mengikuti uji kompetensi dengan melibatkan asesor dari industri.


    “Sertifikasi LSP3 ini diharapkan membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk diterima di dunia kerja, bahkan hingga ke luar negeri,” jelasnya.


    Meski demikian, pelaksanaan sertifikasi masih terbatas karena membutuhkan biaya yang cukup besar, sehingga pihak sekolah turut melibatkan orang tua dalam pengambilan keputusan.


    Di sisi lain, program praktik kerja industri (prakerin) atau magang dioptimalkan sebagai sarana penilaian langsung dari dunia industri. Siswa yang menunjukkan kinerja baik selama magang berpeluang direkrut oleh perusahaan.


    “Banyak industri yang sudah mengamati siswa selama magang. Jadi bukan seperti membeli ‘kucing dalam karung’, karena mereka sudah melihat langsung kemampuan dan sikap siswa,” ungkapnya.


    Sekolah juga menanamkan budaya industri melalui kelas industri, pembiasaan disiplin, serta kegiatan olahraga untuk menjaga kebugaran siswa.


    Rosli menegaskan, karakter menjadi faktor utama dalam dunia kerja, bahkan lebih dominan dibandingkan kemampuan teknis.


    “Industri lebih memilih siswa yang disiplin, jujur, dan punya etos kerja baik. Kepintaran bisa dilatih, tapi karakter butuh proses panjang,” tegasnya.


    Ia pun mengingatkan siswa kelas XII agar serius menghadapi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai syarat kelulusan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat.


    “Persaingan bukan hanya dari Karawang, tapi dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Jadi harus siap secara kompetensi dan mental,” tandasnya. (Red)

    Kolom netizen >>>

    Buka kolom netizen

    Berita Update

    Lingkungan

    +