![]() |
| Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Brits Hotel Karawang menggelar Karawang Wedding Hub 2026. Foto: Gelar Maulana Media |
KARAWANG, Karawangchannel.com – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Brits Hotel Karawang menggelar Karawang Wedding Hub 2026 di Brits Hotel Karawang, Minggu (1/3/2026).
Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparpora Karawang, Lusi Asela mengatakan, Karawang Wedding Hub merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan para pelaku industri pernikahan mulai dari perias pengantin, desainer busana, dekorator, fotografer, wedding organizer (WO), hingga pelaku UMKM kreatif dalam satu ruang inspiratif.
“Karawang Wedding Hub ini tidak hanya menjadi ajang promosi jasa dan produk wedding, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi serta pelestarian budaya rias pengantin pesisir Karawang yang kaya akan makna dan filosofi,” ujar Lusi.
Menurutnya, melalui rangkaian kegiatan seperti talkshow, showcase riasan, networking session hingga pameran vendor, para peserta diajak untuk memahami bahwa tradisi dapat berjalan beriringan dengan inovasi di tengah perkembangan industri modern.
Ia menjelaskan, Wedding Hub hadir sebagai langkah strategis untuk menguatkan jejaring antar pelaku usaha, melestarikan budaya lokal dalam industri modern, meningkatkan daya saing dan promosi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di Karawang.
Dalam kegiatan tersebut, Disparbud juga mengangkat kembali warisan budaya tata rias dan busana pengantin khas Karawang, yakni Kembang Ageung, sebagai perwujudan daya tarik pariwisata melalui konsep multi-cultural immersive.
“Kembang Ageung merupakan tata rias pengantin khas Karawang yang dipengaruhi oleh akulturasi budaya Islam, Budha, Hindu, dan Tionghoa. Tidak hanya menampilkan riasan wajah, tata rias ini juga meliputi tata busana,” katanya.
Ia menambahkan, tata rias pengantin Kembang Ageung mulai dikenal sejak masa pemerintahan kolonial Belanda sekitar awal abad ke-20 dan hingga kini masih digunakan secara turun-temurun oleh keluarga pelestari maupun masyarakat.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025, tata rias dan busana pengantin Kembang Ageung telah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional yang berasal dari Kabupaten Karawang,” ungkapnya.
Lusi berharap, momentum Karawang Wedding Hub dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya daerah.
“Kami berharap masyarakat semakin mengenal bahwa Karawang juga memiliki budaya rias pengantin beserta tariannya seperti daerah lain, dan ini harus kita jaga bersama. Kalau memang perlu, penggunaan rias Kembang Ageung ini bisa diterapkan dalam setiap acara pernikahan agar kelestariannya tetap terjaga,” tegasnya.
Ia juga menyebut, kegiatan ini akan menjadi bagian dari agenda besar yang tengah disiapkan sebagai ikon event budaya di Kabupaten Karawang.
“Ke depan, kami masih merancang konsep event tahunan budaya khas Karawang yang kearifan lokalnya kental dan bisa melekat di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Red)
