Terus Dalami UU Cipta Kerja, PMII Harapkan Kemenangan Rakyat -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Terus Dalami UU Cipta Kerja, PMII Harapkan Kemenangan Rakyat

Wednesday, October 14, 2020


KARAWANGCHANNEL - PC PMII Karawang gelar kajian dengan beberapa elemen terkait UU Cipta kerja di Waroeng Desa Patroli Kopi 3. Rabu, (14/10/2020).


Menurut Ketua Umum PC PMII Karawang, Lingga Komara Kajian yang dilakukan semata-mata untuk penambahan referensi. Mulai dari elemen buruh, petani dan pemerhati lingkungan, kemudian masih banyak lagi. Seperti UMKM dan para nelayan yang nanti dalam diskusi lanjutan akan kita undang atau kita datang langsung ke lapangan". Ucapnya.


PMII Karawang menyadari banyaknya kesalahan dalam penyusunan UU Cipta Kerja maka secara tegas menolak UU Cipta Kerja. Kemudian setelah melakukan diskusi internal PMII selama 9 jam setiap harinya selama kurang lebih 3 hari, PMII Karawang membedah UU Cipta Kerja versi 900 halaman, yang di sebut sudah final. PC PMII Karawang menyadari serta banyak menemukan pasal-pasal yang bermasalah, dan berpotensi menjadi masalah.


"Karna kami juga menyadari spirit dari Omnibus Law ini meningkatkan iklim investasi di Indonesia, dimana hari ini kita sedang di landa banyaknya angkatan kerja yang usianya produktif tidak memiliki pekerjaan, apalagi dampak dari Pandemi Covid-19. Dimana Karawang tidak hanya ribuan pekerja yang di PHK tapi juga puluhan ribu yang di rumahkan. Dan kita menyadari banyak nya pasal yang bertabrakan dalam prinsip UU sebelumnya sehingga kami mengundang ahli hukum UNSIKA untuk ada di tengah-tengah kami untuk mencari kekuatan hukum dalam melangkah memperjuangkan penolakan UU Cipta kerja, walaupun dari kalangan akademisi tidak hadir nanti kami berencana akan soan dan berbincang untuk tindak lanjut kegiatan yang sudah terselenggarakan". Tutur Lingga Komara kepada Karawang Channel.


Ditambahkan juga Bagi PMII sendiri diskusi secara komprehensif itu merupakan suatu kebutuhan untuk bisa membaca apakah UU Cipta Kerja tersebut bermasalah secara materil dalam pasal-pasalnya atau menguntungkan beberapa elemen. Sehingga selalu di ajarkan paradigma kritis transformatif maka harus mencari sebuah solusi atas segala apa yang sudah terjadi.


"Diskusi ini masih akan tetap kita gelar dengan segala keterbatasan kita baik itu secara internal PMII ataupun mengundang beberapa elemen-elemen agar konstruktif dalam memandang persoalan yang menjadi landasan aktivis mahasiswa. Agar dalam judisial review PB PMII bisa memenangkan dalam gugatan ke MK." Ungkap Lingga Komara. (Dul)