Lemon (Citrus Limon), Si Kuning Kaya Akan Vitamin C -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Lemon (Citrus Limon), Si Kuning Kaya Akan Vitamin C

Wednesday, September 30, 2020


Tim Penulis :
Watini Nuraeni, Rofikoh, Keke Jayanti,
Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan (UBP), Karawang, Jawa Barat.


Dengan terus meningkatnya kasus Covid 19 di Indonesia, maka diperlukan upaya pencegahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan meningkatkan imunitas tubuh, karena system imun tubuh dapat melawan mikro organisme masuk kedalam tubuh.


Adapun cara untuk meningkatkan system imun tubuh yaitu dengan mengkonsumsi buah ataupun sayuran yang banyak mengandung vitamin C. Salah satunya buah yang mengandung vitamin C yaitu Lemon (Citrus Limon).


Jeruk lemon merupakan salah satu buah yang kaya akan vitamin C serta kandungan anti oksidan yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Jeruk Lemon mengandung 3,7 persen asam sitrat dan vitamin C sebesar 40-50 mg/100 gr (Kristianto,2013).


Lemon memiliki senyawa bio aktif yang lebih tinggi dari jeruk nipis, seperti flavonoid, tannin, terpenoid, dan liminoid. Buah lemon selain kaya akan vitamin C, lemon juga mengandung bio flavonoid, asam dan minyak minyak volatile pada kulitnya seperti limonen 70 persen, a-terpinen, a-pinen, B-pinen dan citrate, juga mengandung kumarin. Kandungan asam sitrat dalam sari buah jeruk lemon adalah 48,6 gr/Kg (Astawan,2008).


Bentuk utama vitamin C adalah asam askorbat (ascorbic acid) dengan rumus C6H8O6. Kadar vitamin C yang dibutuhkan tubuh hanya berkisar 90 mg (US) dan 75 mg (UK), sedangkan dalam satu buah Citrus Limon mengandung vitamin C sekitar 60-100 mg. Jadi satu buah Citrus Limon dapat melengkapi kebutuhan tubuh. Kandungan vitamin C yang tinggi pada lemon dapat meningkatkan imunitas, sehingga dapat membunuh kuman pathogen dan membantu penyembuhan luka lebih cepat karena vitamin C dapat merangsang produksi kolagen (Ramayulis,2014).


Winarsih, 2007 melaporkan bahwa vitamin C meningkatkan fungsi imun dengan menstimulasi produksi interferon (protein yang melindungi sel dari serangan virus). Interferon adalah salah satu sitoksin yang dihasilkan karena adanya komunikasi sel yang baik dan untuk menjaga komunikasi tersebut tetap baik, maka diperlukan sel imun yang sehat dengan membrane sel yang utuh. Penelitian untuk menguji peranan vitamin C terhadap terjadinya infeksi telah dilakukan oleh peter (Peters EM,1997).



Pada penelitian tersebut menunjukan bahwa pemberian vitamin C dengan dosis 600 mg/hari dapat menurunkan infeksi. Sementara itu hasil penelitian lain menyatakan bahwa konsumsi vitamin 500-1000 mg/hari dapat memberikan efek anti oksidan yang optimal. (Carol San Arah K,2001).


Kandungan Flavonoid pada sitrus memiliki aktivitas biologis yang luas, termasuk sebagai anti bakteri, anti jamur, anti diabetes, anti kanker, dan aktivitas anti virus. Flavonoid dapat berfungsi sebagai anti oksidan langsung dan menangkap radikal bebas, serta memiliki kapasitas memodulasi aktivitas enzim dan menghambat profilerasi sel.


Pada tumbuhan flavonoid betperan dalam menyerang mikro organisme pathogen seperti bakteri, jamur dan virus (Dhanavade et al.,2011). Air perasan lemon kaya akan suplemen gizi yang mengandung karbohidrat, lemak, protein dan vitamin C.


Salah satu kandungan air perasan lemon yang konsentrasinya paling banyak adalah vitamin C karena konsentrasinya paling banyak mengakibatkan buah lemon menjadi asam, pH asam tersebut mengakibatkan pH internal dari sel bakteri menurun, sehingga dapat mengganggu aktivitas sel bakteri dan menghambat pertumbuhan bakteri (Molina et al.,2009). Anjuran mengkonsumsi jeruk lemon dapat meminum satu buah perasan air jeruk lemon, karena menurut Ramayulis,2014 dalam satu lemon mengandung vitamin C sekitar 60-100 mg dan sudah memenuhi kebutuhan tubuh.


Daftar Pustaka
Astawan M.2008. Khasiat warna warni makanan. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Umum

Dhanavade MJ, Jalkute CB,Ghosh JS, dan Sonawane KD.2011 Study Antimicrobial Activity of Lemon (Citrus Lemon L) Peel Extract.Br J Pharmacol Toxicol, 2 : 119-22

Kristianto F.2013. Kekerasan Permukaan Enamel Gigi Manusia Setelah Kontak Dengan Air Perasan Citrus Limon. (Skripsi). Universitas Airlangga Surabaya.

Molina EG, Perlez RD, et al ,2009, Natural Bioactive Compounds of Citrus Limon for Food and Health. Journal of Pharmaceutical and Biomedical Analysis,51,pp 327-345

Winarsi Hery. Anti Okxidan Alami dan Radikal Bebas Potensi dan Aplikasi dalam kesehatan. Kanisius Jogyakarta 2007.

Peter EM. Exercise Immunologi and Upper Respiratory Tract Infection. International Journal of Sport Medicine 1997 : 18 : (Sup 11) S68-S-69.

Ramayulis R.2014. Detox is Easy. Jakarta Penebar Swadaya Grup.

Carol S and Arah K. Plasma Saturated Intake of Vitamin C Confer Maximal Antioxidant Protection to Plasma. Journal of The American College of Nutrition 2001 ; 20(6) : 623-627.