MCI Pertanyakan Perusahaan Nakal Membuang Limbah ke Kali Citarum -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

MCI Pertanyakan Perusahaan Nakal Membuang Limbah ke Kali Citarum

Wednesday, August 5, 2020
KARAWANGCHANNEL - Ratusan masa yang mengatasnamakan Macan Citarum Indonesia (MCI) Kabupaten Karawang melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati Karawang, Rabu (05/08/2020)

Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Karawang harus bertindak tegas terhadap perusahaan nakal  yang membuang limbah sembarangan ke kali Citarum.

Wakil Ketua MCI Kabupaten Karawang Iwan Karsiwan mempertanyakan pernyataan Kadis DLHK yang menyebutkan limbah yang berwarna hitam itu tidak ada, yang ada hanya bagian atasnya saja dan  memang itu tidak berwarna hitam. 

"Saya sangat menyesalkan pernyataan Kadis DLHK tersebut,"tandas Iwan Karsiwan

Menurut Iwan Karsiwan, alasan yang disampaikan oleh Kadis DLHK itu sesungguhnya bukan karena pengerukan. Apalagi sampai disebutkan hal itu merupakan pengendapan yang bertahun-tahun atau terjadinya sedimentasi.

"Alasan itu tidak masuk akal. Padahal sudah jelas ini murni dari pembuangan limbah yang dilakukan oknum perusahaan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir." ucap Iwan Karsiwan.

Pihaknya meminta Kepala Dinas DLKH  harus jeli menganalisa persoalan karena sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Kadis itu dirasa kurang tepat.

Iwan Karsiwan menyebutkan adanya penyelesaian dari Kadis DLHK yaitu satgas sektor 18-19 akan membuka aliran air Walahar dalam kurun waktu 15 menit.

Pihaknya berharap, sedimentasi ini bisa terbuang, setelah itu kita lihat juga dalam waktu satu minggu ini apakah hasilnya masih ada atau tidak, kalau ada lagi, maka itu murni pembuangan limbah dari perusahaan. Tinggal DLHK bagaimana memastikan atau meyakinkan perusahaan mana yang membuang limbah tersebut.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang (DLHK) Kabupaten Karawang Drs. Wawan Setiawan menjelaskan persoalan yang dikeluhkan pihak MCI, hal itu akibat tidak terdorong air dari Walahar. Jadi kemungkinan terjadinya sedimentasi. Apalagi diperkuat dari ketua harian satgas Citarum yang langsung bertanggungjawab kepada gubernur. Pihaknya memanggil ahlinya dari Bogor.

Diuraikanya, disamping air kecil dan diduga kotor atau sediment yang terkena panas. Tapi ada juga limbah domestik karena dekat dengan lokasi perumahan. 

Dari hasil kajian pada tahun 2017 sebanyak 63% limbah domestik dan hanya 18% limbah industri.

Sebab berdasarkan data DLHK 120 KM sungai dari Curug yaitu sektor 16,17,18 dan 19 terdapat 32 Perusahaan yang membuang langsung ke Citarum.

Pihaknya saat ini telah mengambil sampel air limbah terhadap 8 perusahaan untuk  di uji Laboratorium dan hasilnya menunggu selama 12 hari.

"Jika memang terbukti, kita akan beri sangsi sesuai aturan yakni sangsi administrasi yang sifatnya teguran saja,"imbuh Wawan. (BOB)