Luncurkan Layanan Non tunai, BJB Harapkan Bantu Cegah Penyebaran Covid-19 -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Luncurkan Layanan Non tunai, BJB Harapkan Bantu Cegah Penyebaran Covid-19

Monday, July 13, 2020
KARAWANG - Dalam rangka mendukung Kebijakan Pemerintah, Bank Jabar Cabang Karawang meluncurkan program layanan non tunai BJB Digi dan Digi Cash. Program tersebut diluncurkan guna mencegah penularan Covid -19 melalui uang tunai oleh masyarakat. Selain itu program ini juga memberikan banyak kemudahan dalam melakukan banyak transaksi.

Pimpinan Bank Bjb Cabang Karawang, Arfandi mengatakan, ditengah pandemi Covid -19 yang belum juga surut, masyarakat diminta mewaspadai setiap potensi kerawanan melalui transaksi tunai. Alasannya, uang yang beredar di tengah masyarakat bisa menjadi sumber penyebaran Covid -19 jika tidak dibersihkan sesuai protokol kesehatan.

"Bisa saja virus itu menempel di uang saat kita melakukan transaksi. Makanya kita harus hati - hati dan tetap menjaga protokol kesehatan." kata Arfandi, Senin (13/7/20).

Menurut Arfandi untuk memastikan keamanan saat bertransaksi Bank Bjb meluncurkan layanan non tunai bagi masyarakat Karawang dengan program Bjb Digi atau Digi Cash. Masyarakat tinggal mendownload aplikasi Bjb Digi untuk mereka yang menjadi nasabah Bjb. Sedangkan yang belum menjadi nasabah bisa menggunakan aplikasi Bjb Digi Cash.

"Saldo diisi sesuai dengan kebutuhan setiap transaksi," katanya.

Arfandi mengatakan penggunaan Bjb Digi atau Digi Cash bisa membantu masyarakat mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Masyarakat juga mudah melakukan pembayaran apapun tanpa harus menunggu antrian.

"Kami bukan hanya memberikan pelayanan tapi juga mengurangi risiko penularan. " katanya.

Menurut Arfandi, layanan non tunai ini baru diluncurkan Maret lalu dan mendapat respon positif dari masyarakat. Sampai saat ini sudah ada 300 ribu orang yang mengikuti program ini. Kedepan, program ini bisa menjangkau sekolah-sekolah agar bisa melakukan transaksi non tunai.

"Sekolah juga menjadi perhatian kita agar setiap kebutuhan siswa dilakukan dengan transaksi non tunai," katanya. (FW)