Kementrian Pertanian Optimalkan Pemanfaatan Tanaman Padi -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Kementrian Pertanian Optimalkan Pemanfaatan Tanaman Padi

Tuesday, July 21, 2020
Karawang - Balai Besar Litbang Pasca panen Pertanian Kementerian Pertanian mengaku tengah mengoptimalkan pemanfaatan tanaman padi secara optimal. Padi bukan hanya bernilai ekonomi beras, melainkan sejumlah produk industri pertanian lainnya diharapkan mampu berkembang.

Kepala Balai Besar Litbang Pasca panen Pertanian Prayudi Syamsuri mengatakan pemanfaatan tanaman padi menjadi beras hanya sebagian kecil.

"Beras itu hanya 20 persen dari tanaman padi yang kita manfaatkan," ungkap Prayudi di sela

Launching Beras Premium, Penandatanganan TCP Green Building dan Bimtek Online Produksi VCO di Karawang, Selasa (21/7/2020).

Prayudi mengatakan saat ini pihaknya tengah mengembangkan bio industri tanaman padi. Salah satunya adalah membuat pemanfaatan jerami menjadi biofoam. Dimana jerami menjadi biofoam tersebut diharapkan akan mengganti styrofoam.

"Pemanfaatan jerami, kita sudah bekerjasama dengan Ditjen Tanaman Pangan untuk membuat kelompok pengolahan pembuatan biofoam jadi ada beberapa titik tahun ini tahun depan juga akan ditambah. Teknologinya dari tempat kami dengan harapan jerami bisa diolah jadi biofoam. Jd bisa dijual lagi," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan mengembangkan jerami untuk dimanfaatkan sebagai bio pelet.

"Bisa juga digunakan untuk bio pelet, akan kita kembangkan juga. Kita sudah kerjasama dengan Green Building gimana jerami bisa dimanfaatkan menjadi pelet menjadi bahan bakar berarti industrinya kita tambah lagi manfaatnya dari yang biasanya terbuang," ucapnya.

Luas tanam padi di Indonesia pada tahun lalu sebesar 10 juta hektar. Dengan minimal panen sebanyak 5 ton jerami perhektarnya.

"Selain beras, ada ekonomi lain untuk petani," ungkapnya. (FW)