Janggal, Pengadaan Perahu Nelayan Tahun 2019 Dibidik Kejari Karawang -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Janggal, Pengadaan Perahu Nelayan Tahun 2019 Dibidik Kejari Karawang

Thursday, July 9, 2020
KARAWANGCHANNEL - Kasus pengadaan perahu nelayan sebesar Rp. 1 miliar di lingkungan Dinas Perikanan diduga bermasalah. Pasalnya pengadaan 10 unit perahu nelayan tahun anggaran 2019 diduga tidak sesuai spesifikasi (Spek) yang direncanakan hingga menimbulkan kerugian negara. Kasus tersebut kini ditangani pihak Kejaksaan Negeri Karawang.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang  Rohayatie.,SH membenarkan pihaknya tengah menangani kasus dugaan korupsi pada Dinas Perikanan.

"Penyidik kejaksaan akan memulai pemanggilan terhadap pihak yang mengetahui proyek tersebut mulai Senin (13/7/20),"ucap Rohayatie, didampingi Kasi Intel, Ziko Extrada, Kamis (9/7/20).

Menurut Rohayatie, pihak kejaksaan akan melanjutkan kembali pemeriksaan dalam kasus ini setelah sempat tertunda karena Covid -19.

Kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan (lid) dan akan segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pihak yang mengetahui permasalahan ini.

Menurut Rohayatie sebenarnya penanganan dugaan korupsi di Dinas Perikanan sejak awal 2020. Hanya saja karena ada wabah Covid -19, sejak Maret lalu sempat dihentikan hingga Juni 2020.

Namun pihaknya akan melanjutkan kembali proses pemeriksaan dengan protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya kasusnya sudah masuk tahapan Lid dan ditangani bidang inteljen.

Pada kesempatan itu Kepala Seksi Intelejen Kejari Karawang, Ziko Extrada mengungkapkan kasus dugaan korupsi Dinas Perikanan ditangani oleh kejaksaan berdasarkan laporan masyarakat. Pihaknya mulai menangani kasus tersebut sejak Februari 2020.

"Hasil pemeriksaan sementara terindikasi adanya dugaan penyalahgunaan anggaran pada pengadaan perahu." tambah Ziko.

Disebutkan, proyek pengadaan perahu merupakan program pemerintah untuk pemberdayaan nelayan. Pada tahun 2019 pemerintah menganggarkan Rp 1 miliar untuk 10 unit perahu yang di berikan kepada kelompok nelayan. Pihaknya tengah mendalami kasus ini.

"Kita tunggu saja perkembangan kasus ini" tandasnya. (Bob)