Daya Beli Sembako & Pakaian Di Pasar Johar Karawang menurun

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Daya Beli Sembako & Pakaian Di Pasar Johar Karawang menurun

Wednesday, April 29, 2020
KARAWANGCHANNEL– Dalam mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona (Covid 19), Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang telah mengeluarkan surat edaran nomor : 510/2268/Disperidag, untuk para pedagang dan pengusaha soal pembatasan waktu jam operasional bagi pusat perbelanjaan, toko swalayan, cafe dan warung makan, dengan pembatasan waktu  operasional mulai jam 09:00 -17:00 WIB

"Hal itu untuk membatasi kerumunan banyak orang dan bisa mengurangi  penyebaran COVID 19.

Pihak Disperindag pun telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang dengan cara memberikan surat himbauan kepada para pengelola pasar untuk disampaikan kepada para pedagang dipasar tersebut.

Menurut  Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Johar Karawang Nyoto Pramono mengatakan sejak 13 Maret 2020 Kami asosiasi dan pengelolaan pasar sudah melakukan kegiatan penyemprotan Disfektan di setiap blok di area pasar, dan surat edaran tersebut baru kami terima. Selanjutnya surat edaran ini akan kami sosialisasikan kepada para pedagang di Pasar Johar, Selasa (28/04/2020)

Diapun menambahkan Kalau ada test rapid dari Pemkab Karawang secara menyeluruh untuk para anggota assosiasi dan pengelola, dirinya siap apabila di butuhkan untuk test rapid.

"Para pedagang disini tidak semuanya buka 24 jam, dilantai 2 ini mulai jam 3 sore sampai jam 11 malam dan ada juga  yang mulai buka jam 01 malam hingga jam 06 pagi cuma kelihatannya saja secara global bahwa pasar johar buka 24 jam.” papar Nyoto Pramono.

Dan berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat dengan Nomor Surat 400/26/HUKUM tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap penularan insfeksi Covid 19, yang isinya untuk membatasi waktu operasional seperti toko swalayan, pertokoan, rumah makan dan cafe. Sedangkan untuk pasar rakyat  berjalan seperti biasanya.

Lebih lanjut Nyoto Pramono menambahkan daya beli masyarakat untuk sembako ada penurunan 40 persen dan pakaian 70 persen,"pungkasnya. (Win)