Satreskrim Polres Karawang Pindahkan Lokasi Rekontruksi Pembunuhan Mantan Istri -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Satreskrim Polres Karawang Pindahkan Lokasi Rekontruksi Pembunuhan Mantan Istri

Thursday, February 20, 2020
KARAWANG - Situasi dan kondisi tidak memungkinkan, Satreskrim Polres Karawang memindahkan lokasi rekontruksi kasus pembunuhan Oon (44) mantan istrinya saat tidur di Dusun Kamurang 1, Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes, Selasa (4/2) pukul 00.00 wib.

Pemindahan lokasi rekontruksi di depan Mapolres Karawang, Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, demi menjaga kondisi kamtibmas di kampung korban. Serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga keselamatan pelaku juga.

"Kami memindahkan lokasi rekontruksi karena ada sesuatu hal yang tidak mungkin dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kami pilih tempatnya yang sesuai dengan suasana kejadian," kata Kasat Reskrim, AKP Bimantoro Kurniawa kepada wartawan, Kamis (20/2).

Bimantoro mengatakan, sedikitnya ada 29 kejadian dalam upaya rekontruksi tersebut. Serta menyingkronkan hasil pemeriksaan yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka. Pihaknya menghadirkan saksi-saksi, kejaksaan dan pengacara tersangka dalam rekontruksi ini.

"Tersangka akan kami ancam dengan Pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun atau  maksimal seumur hidup," jelasnya.

Sebelumnya, Diduga sakit hati karena di hina, Suryono tega menghabisi Oon (44)
mantan istrinya saat tidur di Dusun Kamurang 1, Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes, pada Selasa (4/2) pukul 00.00 wib. Akibatnya korban mengalami sejumlah luka bacok di sekujur tubuh dan peristiwa tersebut terjadi di depan anak bungsunya.

Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Bimantoro mengatakan, usai melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya, Yono menelpon kakak korban. Korban, Oon (44) merupakan mantan istrinya. "Dia menelpon kakak korban telah melakukan pembacokan. Setelah mendapat laporan, kami meluncur ke TKP," kata Bimantoro, Selasa (5/2).

Menurut Bimantoro, tersangka mengaku sakit hati dengan Oon yang melayangkan kata-kata kasar melalui sms dan telepon. Tersangka kemudian datang ke Karawang untuk menemui mantan istrinya itu.

"Minta ketemu korban, tapi kemudian terjadi pembacokan dengan golok yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kami masih mendalami kasus ini, apakah tersangka merencanakan atau tidak, serta senjata tajam yang dibawa masih didalami," pungkasnya. (FW)