Cerita Relawan Sampah Menjaga Lapangan Karangpawitan Tetap Cantik

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Cerita Relawan Sampah Menjaga Lapangan Karangpawitan Tetap Cantik

Sunday, February 2, 2020
KARAWANG - Lapangan Karangpawitan di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat saat ini jadi pusat hiburan dan olahraga yang murah meriah. Perbaikan lapangan Karangpawitan yang diresmikan Bupati Karawang, Cellica Nurachadiana, 1 Januari 2020 lalu, telah menyedot perhatian masyarakat Karawang untuk datang berkunjung. Setiap hari sejak subuh hingga malam lapangan ini selalu ramai oleh mereka yang berolahraga, berteduh hingga bersantai dimalam hari. Lapangan Karangpawitan memang telah menjadi pusat konsentrasi massa untuk mecari hiburan atau bersantai dengan keluarga atau pasangan yang sedang diamuk asmara.

Banyaknya masyarakat yang berkunjung tentunya memiliki konsekuensi yang harus ditanggung oleh pengelola yaitu Pemkab Karawang. Mulai dari pedagang asongan, kaki lima hingga sampah yang berserakan harus ditangani khusus untuk mempertahankan kecantikan lapangan Karangpawitan. Penertiban pedagang saat ini masih dipertahankan hingga pedagang tidak bisa lagi berjualan didalam lapangan. Hanya saja sampah dari pengunjung setiap hari masih sering terlihat disudut-sudut lapangan. Sampah seperti plastik, sterofoam hingga kardus masih terlihat berserak, bekas dibuang oleh masyarakat.

Banyaknya sampah yang dibuang oleh pengunjung di lapangan Karangpawitan ini ternyata menginspirasi sebagian masyarakat untuk menjaga kebersihan lapangan Karangpawitan dengan menjadi relawan kebersihan. Sebanyak 20 relawan kebersihan mengumpulkan sampah dilapangan Karangpawitan menggunakan karung disetiap sudut lapangan yang terdapat sampah. Itu dilakukan setiap hari minggu pada saat acara Car Free Day (CFD) dimana masyarakat tumpah ruah melakukan oleah raga atau wisata kuliner.

"Ini kegiatan rutin kami setiap hari minggu melakukan bersih-bersih selama tiga jam lamanya. Tujuan kami untuk mengkampanyekan hidup bersih kepada masyarakat sekaligus juga menjaga kebersihan lapangan Karangpawitan. Kebanyakan sampah yang kamim pungut itu sampah plastik bekas makanan, sedotan atau gelas plastik." kata Kordinator Minggu Bersih (Mingsih), Fahmi Annas (26), Senin (3/2/20).

Fahmi mengatakan dalam aksi bersih yang dilakukan setiap hari Minggu itu rata-rata terkumpul 8 kantung besar sampah. Sampah paling banyak didominasi bungkus plastik dari jajanan makanan seperti cilok, cimol atau semacamnya. Kemudian sampah kemasan minuman air mineral seperti gelas plastik atau botol plastik. "Mungkin mereka habis berolahraga atau selfi-selfi kemudian duduk sambil makan minum dan membuangnya dengan sembarangan. Mudah-mudahan setelah mereka melihat kami memungut sampah jadi sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

Menurut Fahmi setelah sampah terkumpul kemudian dia bersama rekan-rekannya memilah jenis sampah. Karena kebanyakan sampah berupa plastik, kemudian sampah tersebut diserahkan kepada pemulung. Dia juga berpesan agar masyarakat mengurangi penggunaan plastik, ataui bisa membuang sampah ditempat yang sudah disediakan. "Padahal ada 4 unit tempat sampah yang terdiri sampah organik dan non organik harusnya masyarakat memanfaatkan itu untuk menjaga kebersihan. " katanya. (FW)