Pakai Perhiasan Saat Dagang, Pedagang Sayur Jadi Korban Perampokan -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Pakai Perhiasan Saat Dagang, Pedagang Sayur Jadi Korban Perampokan

Thursday, January 9, 2020
KARAWANG - Rasinah (56), warga Kampung Krajan, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari tidak menyangka telah menjadi korban perampokan didekat rumahnya. Korban yang merupakan pedagang sayur ini diculik menggunakan mobil dan diturunkan di wilayah Tanjungrasa, Patobeusi Kabupaten Subang setelah terlebih dahulu perhiasan miliknya dipreteli. Usai mempreteli perhiasan emas korban kawanan perampok berjumlah 3 orang ini langsung kabur ke arah Cirebon.

Rasinah mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya sedang mempersiapkan barang dagangan berupa sayuran didekat rumahnya sekitar pukul 05.00 pagi. Saat sedang asyik menyusun barang dagangannya itu, tiba-tiba datang mobil jenis APV.  Satu orang turun dari mobil dan menghampiri korban dengan modus menanyakan jalan disekitar pemukiman tersebut. Sedang asyik menunjukan jalan yang disebutkan, tiba-tiba pelaku langsung membekap mulut korban  dan langsung menarik korban  dimasukan kedalam mobil. "Saya dipaksa masuk kedalam mobil dan dibawa pergi. Saat itu pelaku yang berjumlah 3 orang itu mengancam agar tidak melawan atau dibunuh.  Karena takut saya biarkan mereka mengambil emas yang saya pakai yaitu kalung, cincin dan anting,"kata Rastina, Kamis (9/1/2020).

Rustinah mengatakan, setelah berhasil mengambil emas miliknya, pelaku memberhentikan mobil dan menurunkan korban di tengah jalan. Setelah korban mencari tau dimana dia diturunkan akhirnya diketahui dirinya berada di wilayah Tanjungrasa, Patok Beusi, Subang, Jawa Barat. " Saya persis diturunkan didepan rumah bidan, Karena tidak punya ongkos pulang akhirnya saya minta ongkos dan dikasih oleh bidan tersebut sebesar Rp40.000, cukup untuk pulang," katanya.

Sementara itu Kepala Desa Gempol Kolot, Sunardi membenarkan jika ada warganya yang menjadi korban perampokan dengan modus tanya alamat. Korban hanya menderita kerugian berupa emas yang biasa dikenakan setiap hari. "Dari laporan korban hanya mengalami kerugian emas saja dan pihak keluarga tidak akan melapor ke polisi. Mereka beranggapan ini hanya musibah dan yang penting korban selamat," kata Sunardi.  (FW)