Hujan Seharian, 6 Kecamatan Di Karawang Banjir

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Hujan Seharian, 6 Kecamatan Di Karawang Banjir

Thursday, January 2, 2020
KARAWANG –  Ratusan rumah warga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat tergenang banjir setinggi 50 Cm hingga 1 meter akibat hujan yang turun terus menerus  sejak kemarin. Akibatnya ribuan jiwa terpaksa harus mengungsi menghindari banjir, sedangkan sebagian lainnya memilih untuk tetap bertahan dirumah, meski air terus meninggi. 

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang dikerahkan ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi  warga, sejak kemarin malam hingga siang ini.

"Hujan yang turun sejak kemarin sore hingga siang ini menimbulkan banjir diberbagai wilayah di Karawang. Berdasarkan data sementara ada 6 kecamatan dan 11 desa di Karawang yang terdampak banjir dengan ketinggian 50 Cm hingga 1 meter. Meski ada beberapa daerah yang sudah surut, tapi kami tetap siaga mengantisipasi banjir susulan," kata Kepala BPBD Karawang, Asep Wahyu, Rabu (1/1/2020).

Menurut Asep Wahyu 6 kecamatan dan 11 desa yang mengalami banjir yaitu, Kecamatan Telukjambe Barat, desa yang terkena banjir yaitu Desa Karangligar, Desa Wanajaya, Desa Parungmulya, Desa Mekarmulya.  

Kecamatan Cikampek desa yang terkena banjir yaitu Perumahan BMI, Desa Dawuan Barat. Kecamatan  Jatisari desa yang terdampak yaitu Desa Pacing, Kecamatan Banyusari desa yang terdampak banjir yaitu desa Gembongan dan Desa Gempol kolot. Kecamatan Cilamaya Wetan yaitu Desa Cilamaya dan Desa Tegalwaru, Kecamatan Purwasari desa yang mengalami banjir yaitu Desa Purwasari.

Sementara itu salah seorang petugas BPBD Karawang, Kaming mengatakan dari pendataan sementara warga yang terdampak banjir  di dua kecamatan Cikampek dan Telukjambe Barat mencapai  1.290 kepala keluarga. Di Kecamatan Cikampek, banjir melanda , Desa Dawuan Barat. 

Sedikitnya ada 1.150 kepala keluarga terdampak banjir di wilayah tersebut. Sedangkan di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat melanda Desa Wanajaya mencapai 240 kepala keluarga yang mengalami kebanjiran

"Sebagian kita evakuasi ketempat yang lebih aman dari banjir. Namun ada juga yang menolak untuk dievakuasi karena mereka lebih memilih tinggal dirumah karena alasan untuk menjaga barang-barang dirumah. Kami masih terus siaga karena khawatir akan ada banjir susulan. Apalagi cuaca masih mendung, bahkan ada sebagian wilayah masih hujan," katanya. (red)