Gabungan Kelompok Tani Berburu Hama Tikus Dengan Anjing Pemburu

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Gabungan Kelompok Tani Berburu Hama Tikus Dengan Anjing Pemburu

Wednesday, January 15, 2020
KARAWANG,- Puluhan petani dari empat gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang mencakup 119 hektar di Kecamatan Majalaya, Karawang berburu hama tikus dengan bantuan puluhaan anjing pemburu. Ratusan hama tijkus berhasil ditangkap dan dibasmi  dalam perburuan yang digelar dua hari sejak Minggu (12/1) dan Senin (13/1).

Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP) Dinas Pertanian Karawang untuk Desa Lemahmulya Kecamatan Majalaya, Karawang, Asep Suhartono menjelaskan, gerakan pengendalian hama tikus ini dilaksanakan menyambut masa tanam musim rendeng. Diharapkan, pembasmian hama tikus dapat meningkatkan produksi padi para petani setempat.

“Saat ini kondisi area pasawahan tanahnya sudah dibajak. Sebelum ditanami padi, para petani dibantu berbagai pihak secara swadaya mengumpulkan anggaran untuk menyewa 30 ekor anjing pemburu beserta pawangnya, yang sengaja didatangkan dari Kabupaten Subang. Kegiatan ini juga mendapat bantuan dari kepala desa setempat, babinsa dan babinkamtibmas bahkan karangtaruna,” kata Asep.

Perburuan hama tikus dilakukan dua hari dimulai mulai dari pagi, siang sampai malam hari. Puluhan petani diterjunkan lengkap dengan senjata cangkul, pentungan dan parang. Lubang yang dicurigai menjadi sarang tikus lantas digali dengan cangkul. Tikus yang kabur dari sarangnya kemudian dikejar dan ditangkap anjing pemburu dan juga para petani dengan parang dan pentungan.

“Perburuan tikus ini digelar mulai pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB. Malam harinya diteruskan mulai dari 18.30 EIB sampai dengan 20.00 WIB. Lokasi perburuan tikus ini difokusikan pada pematang sawah, saluran tersier, tanggul pengairan dan kebun-kebun didekat hamparan sawah,” jelas Asep.

Asep mengungkap, hama tikus sangat merugikan  petani. Tanaman padi yang baru ditanam  ataupun tanaman padi yang sudah tua dapat dimakan hama tikus. Musim tanam sebelumnya hama tikus banyak membuat gagal panen para petani padi.  Dengan bantuan anjing pemburu, ratusan tikus berhasil ditangkap dan dibasmi.

“Ratusan tikus berhasil kami tangkap dan kemudian dibasmi. Setelah melakukan gerakan pengendalian tikus dengan melibatkan anjing pemburu ini, langkah selanjutnya kami akan melakukan  pemasangan umpan beracun yang akan dipasang di berbagai pematang sawah dan kebun-kebun. Jadi pengendalian hama tikus ini dilakukan secara berkelanjutan,” tutur Asep. (FW)