Datangi DPR RI Nelayan Karawang Ngeluh Hasil Tangkapan Masih Bau Solar -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Datangi DPR RI Nelayan Karawang Ngeluh Hasil Tangkapan Masih Bau Solar

Tuesday, January 28, 2020

KARAWANG – Kasus tumpahan minyak di perairan Karawang yang terjadi Juli 2019 lalu hingga kini ternyata belum bisa diselesaikan secara utuh oleh pihak Pertamina. Buktinya puluhan nelayan asal Desa Pakisjaya Utara dan Desa Sungai Buntu, Kabupaten Karawang mendatangi kantor DPR RI di Jakarta untuk mengadukan penderitaan mereka yang terdampak bocoran minyak. Mereka mengadu karena telah terjadi kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap penghasilan mereka sebagai nelayan.

“Sejak terjadi kebocoran minyak itu kami para nelayan dirugikan karena pendapatan kami menurun drastis. Itu karena kami masih menemukan sisa tumpahan minyak yang menempel dipinggiran pantai. Padahal ditempat itu terdapat kerang dara yang menjadi sumber penghasilan kami. Kerang dara yang kami tangkap ternyata  setelah dimasak ada bau solar.” Kata Waspin Apandi, nelayan kerang dara asal Desa Pakisjaya Utara, Selasa (28/1/20).

Menurut Waspin akibat masih ada sisa tumpahan minyak dipinggiran pantai nelayan dirugikan. Pasalnya dipinggiran pantai itu justru tempat bersarang kerang dara. “Ketika baru ditangkap memang tidak berbau, tapi setelah dimasak tercium bau solar. Tentu saja itu merugikan kami sebagai nelayan pesisir. Kami sudah mengadukan mulai tingkat desa hingga kabupaten hingga provinsi tapi belum ada penyelesaian hingga sekarang,” katanya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Nurhakim, nelayan dari Desa Sungai Buntu yang menyebut  selama ini mereka “dininabobokan” dengan janji mendapat kompensasi. Mereka dijanjikan pembayaran selesai September 2019 namun hingga kini janji tersebut belum juga bisa dituntaskan. “ Pertamina pernah menjanjikan, namun hingga saat ini itu belum bisa dituntaskan karena masih banyak nelayan yang belum terdata,”kata Nurhakim.  (FW)