4 Poin Sikap FMK Terkait Konflik Natuna -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

4 Poin Sikap FMK Terkait Konflik Natuna

Sunday, January 12, 2020
KARAWANG -Sikap Pemerintah Indonesia yang menolak Negoisasi dengan China terkait Kedaulatan Perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dinilai sudah tepat. Forum Masyarakat Karawang (FMK) nyatakan dukung penuh Sikap Pemerintah Indonesia.

Salah satu perwakilan Forum Masyarakat Karawang (FMK), Cepyan mengatakan bahwa dalam hal ini China sudah mencederai kedaulatan Negara Indonesia, dari itu sikap Pemerintah untuk menolak Negoisasi dengan China sudah sesuai dengan Perspektif Hukum Internasional.

"Setidaknya ada 4 poin sikap FMK, pertama, mendukung sepenuhnya upaya Presiden, TNI, POLRI dan seluruh komponen bangsa dalam melakukan upaya penegakan hukum atas kedaulatan NKRI" ujarnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa seharunya China sudah memahami bahwa Perairan Natuna merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan telah ditetapkan oleh hukum internasional melalui UNCLOS 1982.

"Sikap kami yang kedua adalah Meminta China untuk menghentikan upaya provokatifnya dengan melakukan pelanggaran
kedaulatan, meminta maaf atas tindakannya, mengakui seutuhnya kedaulatan wilayah NKRI
serta tidak melakukan tindakan serupa di wilayah kedaulatan NKRI" ungkapnya.

Ia juga menyatakan siap untuk menghimbau dan mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Karawang untuk tidak terpropokasi terhadap ulah China.

"Sikap kami yang ke 3 adalah, Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang
untuk tidak terprovokasi melakukan tindakan sendiri sebagai ungkapan kekecewaan dan kemarahan atas pelanggaran kedaulatan yang dilakukan China kepada NKRI" Katanya.

Dan terakhir jika diperlukan, sebagai tindakan refresif FMK siap untuk melakukan pembelaan, bahkan sweeping WNA China, jika China masih tetap melakukan pelanggaran yang serupa.

"Jika China tetap pada tindakan pelanggarannya dan atau melakukan tindakan serupa dimanapun dalam wilayah NKRI, maka kami menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Karawang untuk melakukan pembelaan secara maksimal atas kedulatan NKRI, serta menyerukan agar melakukan sweeping WNA asal China dan memaksa mereka untuk kembali ke negaranya, serta merampas seluruh asset-asset milik WNA asal China dan asset-asset milik Negara China, kemudian menyerahkannya kepada Pemerintah NKRI" Pungkasnya. (FW)